Kalender

Selasa, 28 Oktober 2014

Bertanya dan Menjawab Pertanyaan Bagian 2

Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu, oleh Prof. Dr. Marsigit, MA, Kamis, 23 Oktober 2013, Jam 09.30-11.10 WIB, Ruang 201A Gedung Lama, Kelas S2 P.Mat B

Pertanyaan dari Nirma Dwi Febriana (14709251015) P. Mat B
  1.  Manusia di ciptakan dengan pikiran, lalu apakah pikiran yang kosong itu?
  2.  Ketika filsafat adalah diriku, kapan aku bisa menyadari filsafat yang ada dalam diriku?
  3.  Apakah rasa nyaman  itu berasal dari hati atau pikiran kita?
  4.  Jika ada kata terbatas, apakah anda percaya tentang hal yang tak terbatas?
  5. Apakah kebenaran dari kontradiksi?

Jawaban dari Muhammad Munir (14709251017) P. Mat B
  1.  Pikiran merupakan suatu komponen yang penting bagi setiap manusia. Karena tanpa ada pikiran maka manusia itu sama dengan hewan atau binatang. Setiap manusia memiliki pikiran untuk digunakan untuk memikirkan kehidupan yang dijalaninya. Karena pikiran itu berada diantara ruang dan waktu. Kita ketahui bersama bahwa pikiran itu bersifat intensif dan ekstensif. Intensif itu berpikir sedalam-dalamnya sedangkan ekstensif itu berfikir seluas-luasnya. Oleh karena itu, manusia tidak akan pernah mengalami kekosongan dalam pikirannya, kecuali dia dalam keadaan tidak sadar, seperti tidur, pingsan dan kematian.
  2. Kita hidup tidak lepas dari filsafat. Secara tidak sadar kita sudah sering menggunakan filsafat, kita makan, kita minum, kita belajar, kita bermain dan lain-lain. Itu semua menggunakan filsafat. Oleh karena itu, kamu akan tahu filsafat pada diri mu, jika dirimu merenungi mengapa dirimu bisa hidup, bisa belajar filsfat, melanjutkan S2 di UNY dan lain-lain. Itu semua sudah memiliki ruang dan waktu yang ada dan mungkin ada. itulah filsafat pada diri mu.
  3. Kita seorang islam memiliki keyakinan yaitu percaya adanya ALLAH. Oleh karena itu keyakinan itu lahir didalam hati bukan pikiran. Sehingga rasa nyaman dan tenang apa bila kita sudah melaksanakan suatu perintah dan menjauhi laranganNYA. Hati itu membutuhkan suatu hal yang bersifat material, formal, normatif dan spritual. Keempat ini merupakan satu peket dalam kehidupan yang akan dilaksanakan oleh hati. Akan tetapi material, formal dan normatif itu tidak terlalu penting didalam hati yang terpenting adalah spritua. Karena dengan spritual, kita bisa menjalani hidupa dengan tenang dan nyaman.
  4. Manusia itu memiliki sifat intensif dan ekstensif. Jadi pikiran manusia itu terbatas antara ruang dan waktu dan yang ada dan yang mungkin ada. Jadi say percaya bahwa manusia itu besifat terbatas, karena manusia itu tidak memiliki daya dan upaya untuk memikirkan suatu hal yang berada di ruang dan waktu yang berbeda. Tak terbatas,  diriku bukanlah diriku, dirimu bukanlah dirimu juga, karena ada diriku satu dan diriku dua, dirimu satu dan dirimu dua dan seterusnya. Intu mengindikasikan bahwa manusia itu juga tanpa batas, karena manusia tidak bisa bersama pada ruang dan waktu yang berbeda. Jadi manusia itu bisa dikatakan sebagai tanpa batas dan terbatas.
  5. Kontradiksi itu pasti terjadi dalam kehidupan kita, kontradiksi itu digunakan untuk membuktikan suatu hal yang terjadi dalam kehidupan sehari. Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan kontradiksi. Karena tanpa adanya kontradiksi kita tidak bisa mengetahui suatu kebenaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar